Minggu, 22 Juni 2008

Finally

Bagi yang belum 'ngeh' siapa sebenarnya wanita ini, mudah saja. Fergie ini salah satu vokalis cewek di grup vokal Black Eyed Peas yang melambungkan lagu Where Is The Love? dimana-mana. Bahkan saya pun tidak tahu kalau penyanyi ini bakalan menelurkan album anyar hitung-hitung apakah bakalan se-fenomenal grup band-nya yang nyentrik itu.


Okelah, karakter vokal Fergie cukup kuat. Sedikit serak namun powernya lumayan atraktif. Ia mampu memadukan suaranya dengan kombinasi falsetto yang meliuk-liuk. Sekilas dengar mengingatkan pada karakter Aguilera yang sungguh maut. Bedanya, Fergie lebih serak dan terdengar sedikit lempeng. Tidak se-keriting Aguilera yang menekankan pada improvisasi serta permainan nada dan interpretasi.

Lagu Finally terdengar cukup mulus di bagian awal. Masuk ke chorus, Fergie mulai memainkan karakter vokalnya yang bertenaga. Kata ...finally...dilantunkannya berulang-ulang dengan penuh semangat. Dan masuk klimaks, suaranya mengendur perlahan seperti hutsky, cukup lirih seperti berbisik. Hm, terdengar easy listening dan energik. Perlu diketahui, sebenarnya agak melenceng sih. Fergie masuk dalam salah satu artis yang foto-fotonya banyak di-download. Hehe, nyambung gak sih? Gayanya mirip sekali dengan Jessica Simpson dan Paris Hilton. Waduw, kok semuanya mirip ya? Jika Fergie tidak mampu menggali lagi karakternya, dikuatirkan berapa lama kemudian ia akan tenggelam digerus artis dan penyanyi lainnya yang lebih potensial. Toh, ia memiliki segudang talenta. Tak perlu kuatir, tahun ini sepertinya prospek kariernya bakalan cerah dan bersinar.

The Rose

Boyband yang dulu digila-gilai pecinta musik internasional ini, kini makin dewasa, dalam bermusik maupun bersikap. Setelah kemarin sempat menggelar konser di Jakarta yang meski tidak terlalu banyak penontonnya, mereka tampak antusias. Sadar, mereka bukan lagi idola, akhirnya merubah jalur mainstream musik. Walau tidak bisa dibilang berbelok seratus persen.



Westlife mengusung tema jadul khas 60-an yang bernuansa ballads plus soul yang kental dengan irama blus country ala Frank Sinatra. Cukup mengagetkan awalnya. Tapi sayang, seperti biasa mereka hanya didominasi oleh dua suara saja, Shane dan Mark Fehilly. Terlebih setelah Bryan Macfadden mengadu karier di Amerika, otomatis kekuatan mereka hanya bertumpu pada olah vokal dan performance ketika di panggung. Itupun belum tergarap maksimal. Entah apa jadinya bila Westlife kehilangan Shane dan Mark? Apakah Niccky dan Kian Egan akan tetap eksis? Vokal mereka tidak diandalkan sama sekali, malah cenderung fals. Dan, Shane tetap sebagai senjata andalan dengan kekuatan teknik suara tremollo-nya yang memukau. Andai saja, mereka mampu bermain musik dan mencipta lagu, pasti bisa dikatakan Westlife tidak akan kehilangan penggemarnya. Bgaimanapun boybands ini lumayan bagus karena mampu bertahan di tengah gempuran penyanyi solo dan band yang bejibun luar biasa. Hanya perlu diingat, mereka belum sempat mencicipi Amerika. Itu yang membuat kans mereka seperti hilang separuh.

O ya, bagaimana The Rose? Seperti biasa, Suara Shane masih tetap syahdu. Membius. Sementara yang lain berfungsi sebagai latar. Mencipta ambience. Suasana kokoh. Hanya saya belum menemukan suara Mark Fehilly. Padahal dia favoritku. Dengan power dan karakteristik vokalnya, gampang dicermati dan ditandai. Di lagu ini ia kurang terlihat. Mungkin hanya membantu sebagai latar saja. Potensi penyanyi ini cukup besar, jika ia mau belajar dan bekerja keras. Bahkan di lagu Flying Without Wings dan lagu remake ulang I'll Be There, ia terdengar mempesona. Cukup berkesan.

La Tortura

Penyanyi berdarah Kolumbia yang mahir menari perut ini punya karakter kuat dan talenta. Dengan suara bergetar yang asyik, lagu ini dibawakannya barengan Alejandro Sanz, penyanyi Latin yang punya vokal serak. Pria ini mengingatkanku pada performanya ketika duet bareng The Corrs menyanyikan The Hardest Day nan mellow abis itu.


Video klipnya mengejutkan. Shakira tampil membabi buta dengan tarian dahsyatnya yang menggetarkan. Apalagi kalau bukan tari perut. Gilanya, ia melumuri tubuh seksinya dengan cairan oli yang meleleh kemana-mana. Di atas meja, di lantai, di hadapan Alejandro. Dan, perutnya yang cukup berotot diliuk-liukkannya sedemikian rupa dengan lenturnya. Hm, sangat menggoda. Menurutku, tarian ini salah satu tarian terbaik di video klipnya ketika menari tango Argentina. Setidaknya menandingi Jennifer Lopez yang menari salsa di If You Had My Love. Hm, cukup brilian.

Sementara lagunya? Walau menarik, tapi suaranya tidak menampilkan yang baru. Padahal melodi dan liriknya lumayan menggelitik, sayang belum ada eksplorasi interpretasi dan performa musikalitas. Alejandro tampil mengesankan sebagai pasangan yang mengintainya terus menerus. Vokalnya kuat melebur dalam karakter yang khas.

Sabtu, 21 Juni 2008

Listen

Sungguh suara apapun yang keluar dari tenggorokan Beyonce rasanya enak saja didengar. Dibalut suara nasal merdu dan lengkingan khasnya, menempatkan salah satu personil Destiny's Child ini sebagai penyanyi papan atas internasional. Banyak bukti berbicara. Bukan hanya ketika album solonya yang merajai penjualan album terbanyak, serta lagu-lagunya yang masuk dalam urutan teratas Billboard Chart Music, namun juga anugerah Grammy Award yang berada di genggamannya tiga tahun lampau.



Hm, mengingat wanita ini belum lengkap jika tidak menyinggung profesionalitasnya di bidang musik, akting, bahkan usaha. Untuk akting, dia sudah membintangi beberapa film yang toh hasilnya tidak buruk-buruk amat. Bahkan yang terakhir, Dreamgirls masuk sebagai film nominasi terbanyak Oscar 2007 dengan delapan nominasi. Untuk usaha, Beyonce sudah menelurkan pakaian maupun parfum yang didesainnya sendiri.

Okelah cukup sekilas tentang Beyonce. Kali ini mengulas tentang lagu Listen yang muncul sebagai original music score untuk film Dreamgirls. Seara keseluruhan, lagu ini bertutur tentang kehendak positif dan kemauan keras dari seorang gadis yang berjuang meraih cita-citanya. Dan ingin agar orang lain sadar dan 'ngeh' akan perjuangan hidupnya ini.

Sebenarnya simpel. Namun, karakter Beyonce mampu melebur secara tepat dan pas sesuai porsinya dalam lagu ini. ia tidak berlebihan, pun juga tidak kurang improvisasi. Harmonisasi suara yang dipadukan dengan paduan suara terdengar syahdu. Terlebih, melodi lagu yang langsung kena ketika diperdengarkan pertama kali membuat lagu ini turut dinominasikan sebagai lagu terbaik dalam Oscar 2007 mendatang bersaing dengan lagu yang juga dinyanyikan Jennifer Hudson dalam film ini.

Buat Beyonce, walau tidak masuk nominasi, namun kerja keras, totalitas dan kesungguhannya masuk dunia film dan musik sekaligus pasti membuatnya dalam beberapa tahun mendatang bisa meraih penghargaan Oscar. Hm, toh Grammy juga sudah di tangan? Apalagi yang kurang dari dirinya?

Hurt


Gila, pertama denger lagu ini, imej suara Aguilera yang bertenaga, penuh power, interpretasi mendalam, langsung melekat abis. Bolak-balik distel sama temenku kos pada awalnya biasa saja. Tapi, sudah mencuri dengar dan berikutnya, jadi favoritku!! Diambil dari album terakhirnya, Back To Basic, lagu ini bercerita tentang kekalutan atas kesalahan yang dilakukannya terhadap kekasih.


Simak lirik berikut...


I'm sorry for blame in you


for everything


I just could in do


And i hate myself.....


Sungguh, hatiku turut terenyuh, terharu mendengarkan alunan suaranya yang di telingaku seperti beda. Aguilera menawarkan konsep musik jadul, namun penuh karakter dan dinamisasi melodi. O ya, satu lagi. Dalam lagu ini dia bermain ekspresif. Rentang nada yang disuarakannya cukup lebar, bahkan kebanyakan nada-nada tinggi. Asiknya, suaranya tetap merdu dan seperti biasa, penuh power. Yang bikin gw keki, ya ampun....apa gak lelah ya..bermain di nada seperti itu, dikombinasikan teknik falsetto yang lembut, chorus menawan, dan interlude yang sambung menyambung dengan emosi yang dia tafsirkan penuh penghayatan. Di telingaku, lagu ini menjelma menjadi bermacam penafsiran, mulai dari kekecewaan, kepasrahan, kekalutan, penuh semangat, hingga harapan. Yang jelas, salut buat Aguilera, salah satu penyanyi dunia dengan talenta menakjubkan.